- Home
- Tentang kami
- Visa dan migrasi
- Berkunjung ke Australia
- Services for Australians
- Berbisnis dengan Australia
- Belajar di Australia
- Kerjasama pembangunan
- Media
- Tentang Australia
- Hubungan Australia-Indonesia
- Agenda kegiatan
- English
Pidato
Menteri Luar Negeri Australia, Stephen Smith MP
11 Agustus 2008, Centre for Strategic and International Studies, Jakarta
‘Hubungan Australia-Indonesia – Kemitraan Baru untuk Era Baru’
Prakata
Terima kasih, Dr Wanandi atas sambutan anda.
Dan saya mengucapkan terima kasih kepada hadirin, terutama para mahasiswa yang telah melakukan perjalanan dari Bandung dan Jakarta.
Saya mengucapkant terima kasih kepada Centre for Strategic and International Studies, rekan-rekan anda dan para anggota Dewan yang memberi saya kesempatan untuk berbicara tentang hubungan Australia dengan Indonesia.
The Centre for Strategic and International Studies hampir selama 40 tahun berkutat mewujudkan cita-cita para pendirinya untuk memberikan sumbangsih kepada perdebatan kebijakan publik Indonesia.
Dr Wanandi, sebagai cendekiawan istimewa, anda secara pribadi telah memainkan peran kunci dalam sejarah CSIS.
Melalui perannya sebagai forum untuk pendidikan dan dialog umum, CSIS memberikan sumbangsih ke diskusi politik publik yang dinamis di Indonesia.
CSIS juga terus terlibat dalam penelitian yang sangat bermutu, misalnya, karya Dr Hadi Soesastro tentang kemajuan demokratisasi di negara-negara anggota ASEAN.
Dalam suasana yang istimewa ini, saya sangat gembira untuk dapat mengutarakan visi Pemerintah Australia tentang kemitraan masa depan antara Indonesia dan Australia: Kemitraan baru untuk era baru.
Geografi dan sejarah telah menempatkan Australia dan Indonesia bersama sebagai tetangga. Kini kita lebih dari itu. Nilai-nilai bersama, kepentingan-kepentingan bersama, tantangan-tantangan bersama, kini telah menjadikan kita, seperti Perdana Menteri kami ucapkan di Jakarta pada Juni, ‘mitra yang tak terpisahkan’.
Dan dengan lanskap politik yang telah dan sedang berubah secara besar-besaran dan hubungan bilateral pada tingkat bersejarah yang tinggi, Australia dan Indonesia kini dihadapkan dengan kesempatan unik untuk memperluas dan memperdalam kemitraan kita pada era yang baru.
Potensi tentang apa yang dapat kita capai pada kemitraan ini sangat luas, namun marilah kita merefleksikan sejenak sejarah bersama kita.
Awal yang bersejarah
Saya gembira berkunjung ke Indonesia pada minggu anda mempersiapkan peringatan hari kemerdekaan yang ke 63.
Anda patut untuk merayakannya.
Walaupun kemajemukan yang luar biasa, anda telah bersatu sebagai negara bangsa yang bersatu dan makin makmur serta stabil.
Dari awal kemerdekaan Indonesia yang baru, Australia memahami pentingnya nusantara luas ini untuk masa depan negara kami.
Sejak kelahiran kemerdekaan anda, Australia menganggap Indonesia sebagai mitra kawasan masa depan yang penting.
Kami mengakui kekuatan-kekuatan yang menyapu kolonialisme setelah Perang Dunia II. Dan kami lumayan berani untuk bertindak mendukung Republik Indonesia yang sedang muncul.
Dari kelahiran kemerdekaan, kami menganggap Indonesia sebagai mitra kawasan yang esensial.
Menteri Luar Negeri Australia, Herbert Evatt, memberi catatan kepada Perdana Menteri Chifley pada akhir 1945 bahwa Australia berharap:
‘untuk melihat awal di Asia Tenggara dan Indonesia sekelompok kooperatif negara-negara mandiri yang berhubungan dengan Negara-Negara dunia melalui hubungan perdagangan, investasi sah dan kerja sama politik dan Saling Membantu.’
Pada 1947, Australia menyatukan kekuatan dengan India yang baru saja merdeka untuk membawa perseteruan antara Republik Indonesia dan Belanda ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Australia melakukan hal ini walaupun ditentang oleh Amerika Serikat, Kerajaan Inggris dan Belanda.
Indonesia menunjuk Australia untuk mewakili kepentingan-kepentingannya di 1947 Komite Jasa Baik Untuk Indonesia yang dibentuk oleh Dewan Keamanan.
Australia melaksanakannya dengan rajin dan giat.
Pada tahun yang sama, Australia, sebagai anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, ambil bagian dalam Komisi Konsuler Perserikatan Bangsa-Bangsa ke Indonesia.
Lanskap yang berubah
Pembuat kebijakan pada 1940an akan pangling dengan Indonesia kini.
Kita telah melakukan perjalanan jauh sejak saat itu, termasuk melalui beberapa masa dimana kita tidak mau saling menatap.
Pada dasa warsa terakhir, pemerintahan Indonesia telah muncul dari sejumlah kejutan besar: krisis keuangan Asia, transisi ke demokrasi, dan korban manusia yang tragis akibat serangan teror dan bencana alam.
Indonesia kini adalah demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah India dan Amerika Serikat.
Parlemen Indonesia yang aktif dan kemunculan masyarakat madani keduanya merupakan suara-suara politik yang semakin berpengaruh di masyarat yang sangat majemuk, dengan dasar keanekaragaman etnis dan agama.
Kita memandang Indonesia melihat media yang dinamis di depan debat publik yang kukuh.
Pertumbuhan ekonomi, yang kini melampaui 6 persen per tahun, pada beberapa tahun terakhir mengantar perbaikan-perbaikan luas dalam standar hidup.
Indonesia kini merupakan negara yang semakin terlibat dan berpengaruh di panggung kawasan dan global.
Hubungan bilateral saat ini
Hubungan Australia dengan Indonesia sedang berada pada tingkat yang tinggi dalam sejarahnya.
Pemerintah Australia mewarisi dari para pendahulu kami hubungan bilateral dengan Indonesia yang dalam bentuk yang sangat bagus.
Sejak memangku jabatan kami telah membawa hubungan bilateral tersebut ke tingkat kerja sama yang baru.
Ini adalah kunjungan saya yang kedua ke Indonesia dan kunjungan menteri kelimabelas dari Australia dalam waktu sembilan bulan sejak kami terpilih, termasuk dua kunjungan Perdana Menteri secara terpisah.
Masih banyak bagi kita untuk dikembangkan lebih lanjut dalam banyak bidang, termasuk kerja sama keamanan, hubungan pendidikan, perdagangan dan investasi dan bantuan pembangunan.
Kerja sama keamanan
Australia dan Indonesia merasa bangga dengan apa yang telah dicapai dengan kerja sama kita dalam mengatasi ancaman lintas batas seperti terorisme, penyelundupan manusia dan penangkapan ikan secara gelap.
Indonesia telah menangkap lebih dari 440 orang dan dengan berhasil membawa ke pengadilan lebih dari 200 orang yang terlibat dalam kejahatan terorisme, keberhasilan yang belum pernah terjadi sebelumnya menurut standar global yang memberikan pukulan berat pada jaringan teroris kawasan.
Polisi telah menangkap penyelundup manusia kunci dan menghancurkan jaringan kriminal terorganisasi yang mengambil untung dari perpindahan orang secara tidak sah melewati perbatasan nasional.
Hari ini, Dr Wirajuda dan saya sepakat untuk bersama-sama mengetuai Pertemuan Tingkat Menteri Proses Bali pada 2009 untuk lebih lanjut memperkuat upaya regional kita untuk memerangi penyelundupan manusia.
Operasi bersama dan koordinasi yang lebih baik telah menghasilkan penurunan yang mencolok jumlah kapal laut yang ditangkap karena penangkapan ikan secara gelap pada tahun lalu.
Traktrat Lombok, yang Dr Wirajuda dan saya tanda tangani untuk pemberlakuannya di Perth pada Februari, merupakan perkembangan sangat penting dalam hubungan bilateral kita, dalam memfasilitasi pertumbuhan masa depan dalam kerja sama keamanan.
Traktat Lombok menciptakan kerangka kerja sama modern antara Australia dan Indonesia dalam bidang pertahanan, penegakan hukum, anti-terorisme, keamanan maritim dan tanggap bencana. Traktat tersebut juga memperjelas bahwa masing-masing negara menghormati dan mendukung kedaulatan, keutuhan wilayah dan persatuan nasional dan kemandirian politik pihak lain.
Kita bermaksud memanfaat sebaik-baiknya Traktat Lombom untuk lebih jauh memperkukuh kerja saja kita
Tanggap Bencana Kawasan
Tsunami 2004, kerusakan akibat Siklon Nargis di Birma, dan gempa bumi di Sichuan baru-baru ini, memperlihatkan bagaimana kawasan kita sangat membutuhkan tanggap bencana and kesiapan yang lebih kukuh, mekanisme koordinasi dan sistem peringatan bencana yang efektif.
Setelah tsunami 2004, bersama-sama kita memasang sistem peringatan tsunami Samudera Hindia pada 2005.
Perdana Menteri Rudd dan Presiden Yudhoyono pada Pertemuan Pemimpin APEC tahun ini di Peru akan membawa usulan bersama untuk memperkuat karya tanggap bencana kawasan, termasuk ide Indonesia tentang pusat manajemen bencana kawasan, yang sangat didukung oleh Australia.
Nilai-nilai yang mendukung hubungan kita: mitra global dan kawasan
Indonesia telah mucul dari transisi politik dan ekonomi selama satu dasa warsa yang sulit. Fokus tersebut tidak hanya mencakup tantangan dalam negeri, namun juga memandang kawasan yang lebih luas dan dunia, pengaruh internasional Indonesia sedang berkembang.
Ini suatu kecenderungan yang disambut dengan sangat baik oleh Australia.
Hubungan kita tidak lagi suatu hubungan antara pendonor dan negara dalam kesulitan, namun suatu kemitraan potensi besar antara dua demokrasi kukuh yang melampaui bilateral hingga ke kawasan dan internasional.
Kita berdua percaya peran vital prakarsa yang dimainkan kawasan dan multilaral dalam masalah-masalah seperti perubahan iklim.
Kunjungan pertama saya sebagai Menteri Luar Negeri adalah ke Konferensi Perubahan Iklim di Bali, dimana Australia meratifikasi Protokol Kyoto.
Australia dan Indonesia bersama-sama bekerja keras di balik layar di Bali untuk memastikan hasil yang positif kepada dunia.
Kemitraan dalam Perubahan Iklim dan lingkungan hidup terus berevolusi dan berkembang.
Presiden Yudhoyono dan Perdana Menteri Rudd sepakat pada Juni untuk memulai mengerjakan suatu rencana untuk menghubungkan hutan karbon dan pasar karbon global.
Prakarsa penting ini akan membantu membujuk orang yang biasanya mungkin ingin memotong pohon di hutan dengan alasan ekonomi untuk berbalik guna melestarikannya.
Untuk menilai karbon yang tersimpan di hutan hujan, kita pertama-tama perlu untuk dapat mengukur karbon tersebut.
Ini sesuatu yang dunia dapat kita arahkan.
Sasaran bersama kita adalah supaya pencegahan penggundulan hutan diakui dalam pengaturan perubahan iklim di masa depan.
Kerja sama seperti ini menentukan kerja sama erat kita yang makin meningkat pada masalah-masalah keprihatinan kawasan dan global.
Kemampuan kita untuk bekerja sama untuk mewujudkan kepentingan bersama dapam masalah-masalah seperti perubahan iklim jauh dari simbolisme belaka.
Hal ini berdasarkan pada pengakuan yang semakin meningkat bahwa pengaruh gabungan kita dalam urusan kawasan dan global jauh lebih besar dari pada upaya untuk mewujudkan sasaran-sasaran tersebut secara terpisah.
Di bidang-bidang lain kemitraan baru kita juga terus berkembang.
Partisipasi kita bersama di dialog antar-agama menandakan saling hormat kita. Hal ini merupakan gambaran praktis bagaimana perbedaan dalam kepercayaan agama bukan penghalang untuk bekerja sama sebagai sahabat.
Australia mendukung prakarsa Indonesia baru-baru ini untuk menyelenggarakan Forum Demokrasi Bali, dimana Perdana Menteri Rudd akan menjadi ketua bersama dengan Presiden Yudhoyono.
Satu darsa warsa yang lalu, tentu saja, kita tidak akan bisa bekerja sama untuk memperkukuh proses and lembaga demokrasi di kawasan kita.
Dua belas bulan yang lalu, Indonesia dan Australia tidak akan bekerja sama di perubahan iklim.
Salah satu konsekuensi hubungan erat yang mencakup banyak bidang yang saya uraikan hari ini adalah bahwa anda kadang-kadang berbeda pendapat.
Namun demikian bagaimana anda mengelola perbedaan-perbedaan itulah yang menentukan.
Telah diketahui bahwa dasar-dasar hubungan lebih dari kukuh untuk menyerap dan menahan perbedaan-perbedaan tersebut.
Saya gembira untuk mengutarakan bahwa kita sekarang tahun bahwa hal ini merupakan kasus yang tak terbantahkan.
Sebagai tambahan kita dapat membawa hubungan yang telah kuku ini lebih jauh lagi.
Masih lebih banyak lagi yang dapat kita kerjakan, dalam perdagangan, keamanan, pendidikan dan hubungan persahabatan.
Saya menantikan dengan gembira penyelesaian awal pembicaraan perjanjian perdagangan bebas menyeluruh yang sedang berlangsung antara Australia, Selandia Baru dan ASEAN.
Menyongsong sasaran tanggal penyelesaian pembicaraan di Menteri Ekonomi ASEAN – Hubungan Ekonomi yang Lebih Erat di Singapura pada 28 Agustus, Australia terlibat dalam negosiasi bilateral yang intensif dengan negara-negara ASEAN utama untuk finalisasi jadwal tarif dan jasa.
Indonesia merupakan pemain kunci dalam proses ini. Kami menoleh ke Indonesia untuk memberikan sumbangsih yang lebih kukuh untuk paket saling menguntungkan yang secara komersial berarti.
Merupakan harapan saya bahwa kajian kelaikan perjanjian perdagangan bebas bilateral antara Australia dan Indonesia akan memperlihatkan bahwa kedua belah pihak akan memperoleh keuntungan bila kita saling lebih membuka ekonomi kita.
Perdagangan bilateral dua-arah secara keseluruhan pada 2007 mencapai A$10,3 milyar dan investasi A$3,8 milyar. Namun masih banyak ruang untuk pertumbuhan dalam kemitraan ekonomi kita bila kita menyingkirkan lebih banyak lagi rintangan perdagangan.
Peningkatan investasi harus menjadi titik perhatian. Pebisnis Australia menyambut baik komentar baru-baru ini di Melbourne oleh Menteri Koordinator Perekonomian RI, Dr Sri Mulyani Indrawati, bahwa Pemerintah ajab berupaya untuk mendorong pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk menghapus peraturan dan rintangan lain yang dihadapi oleh perusahaan tambang asing.
Tantangan Pembangunan Indonesia
Tantangan pembangunan Indonesia masih parah.
Hampir setengah penduduk yang berjumlah 225 juta hidup dengan kurang dari A$2 setiap hari.
Tantangan membangun infrastruktur bangsa sangatlah besar.
Dalam seluruh tantangannya, Indonesia dapat mengandalkan Australia untuk memecahkannya sebagai sahabat dan mitra.
Keputusan mantan Perdana Menteri John Howard pada akhir 2004 untuk memberikan bantuan A$1 milyar untuk paket rekonstruksi pasca tsunami merupakan titik awal modern yang signifikan.
Sementara kemitraan pembangunan kita dengan Indonesia awalnya tumbuh dengan cepat sebagai hasil dari bantuan pasca-tsunami kami, hal tersebut tidak hanya dipertahankan namun juga diperluas sejak saat itu.
Pada lima tahu mendatang, Australia akan memberikan dana hingga A$2,5 milyar untuk membantu Indonesia mengatasi kemiskinan dan dalam mewujudkan prioritas pembangunan sosial dan ekonominya.
Kemitraah Australia Indonesia telah berkembang hingga hampir setengah milyar dollar tahun ini dan merupakan program bantuan terbesar Australia. Kami memberikan lebih banyak hibah ke Indonesia dibandingkan donor lainnya.
Kami bertekad untuk bekerja dalam kemitraan dengan Indonesia untuk mewujudkan Sasaran Pembangunan Milenium dan membantu menciptakan kehidupan yang lebih baik kepada yang termiskin di Indonesia.
Salah satu proyek terdepan kemitraan kita adalah program A$300 juta plus untuk memperbaiki ratusan kilometer jalan nasional dan jembatan di sepuluh provinsi di Indonesia Timor. Saya umumkan pagi tadi bahwa tender akan diumumkan bulan ini untuk memulai proses pembangunan.
Sebagai hasilnya, para petani akan menikmati akses yang lebih baik ke pasar. Masyarakat akan mempunyai akses yang lebih baik ke sekolah dan klinik.
Kami mempunyai banyak penasihat yang bekerja di lembaga pemerintah dan membantu rekan Indonesia mereka dalam tugas pokok reformasi struktural.
Reformasi ini sangat menentukan dalam menarik modal investasi lebih lanjut untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang dituntut untuk dapat bertahan menembus kemiskinan.
Kerja sama yang kita lakukan dalam bidang pendidikan penting secara mendasar, tidak hanya untuk mendukung pembangunan Indonesia namun untuk memastikan generasi masa depan Australia dan Indonesia saling mengetahui dan memahami dengan lebih baik.
Unsur kunci kerja sama ini adalah dalam Pendidikan.
Pemerintah Australia memberikan 300 beasiswa pembangunan kepada mahasiswa Indonesia setiap tahunnya. Program ini dirancang untuk bekerja lebih dari dari hanya membantu mereka meningkatkan kualifikasi mereka. Beasiswa seperti ini merupakan investasi dalam hubungan antara rakyat Australia dan Indonesia.
Alumni Indonesia dari universitas Australia memberikan sumbangsih substansial kepada Indonesia sekembalinya dari Australia dan dari titik pandang Australia mereka menjadi Duta Besar kami seumur hidup.
Ketika Dr Wirajuda berkunjung ke kota asal saya Perth awal tahun ini, saya mengundangnya untuk menemani saya ke bekas sekolah menengah saya dimana beliau berbicara di depan kelas pelajar Australia yang sedang belajar Bahasa Indonesia.
Besok saya akan melakukan kunjungan balasan ketika Dr Wirajuda dan saya akan terbang ke Makassar di Sulawesi Selatan untuk membuka sekolah menengah pertama.
Peresmian tersebut akan menandai setengah proyek ambisius, dibawah Kemitraan Australia-Indonesia, untuk membangun atau memperluas 2000 sekolah menengah di 20 provinsi pada akhir 2009.
Australia mendanai program ini untuk membantu Indonesia mewujudkan visinya bahwa semua anak Indonesia akan memperoleh pendidikan dasar sembilan tahun.
Pembangunan kami saja akan menciptakan 330,000 bangku baru si sekolah menengan pertama, termasuk di beberapa daerah Indonesia yang paling miskin dan terpencil.
Australia juga mendanai pelatihan untuk guru. Kami memperkuat kemitraan pendidikan kami melalui program baru untuk menghadirkan bersama sekolah Australia dan sekolah Indonesia, ruang kelas ke ruang kelas, untuk membantu pemuda Australian berbicara Bahasa Indonesia.
Para guru Indonesia akan berkunjung ke sekolah Australia, dan para guru dan pelajar di kedua negara akan berkomunikasi melalui internet.
Program sekolah kembar yang baru melengkapi program kami lebih dari A$60 juta untuk meningkatkan kajian bahasa Asia di Australia.
Kini ada sekitar 15.000 pelajar Indonesia menuntut ilmu di Australia. Australia tetap menjadi tujuan paling populer bagi pelajar Indonesia, menarik sepertiga mereka yang memilih untuk menuntut ilmu di luar negeri.
Hubungan persahabatan yang meningkat akan membantu memastikan bahwa warga Australia berada di tempat yang lebih baik untuk memandang Indonesia dengan mata baru dan sebaliknya.
Minggu lalu kami sepakat tentang pengaturan Visa Kerja dan Liburan untuk memberi kesempatan kepada pemuda Indonesia dan Australia memperoleh pengalaman di negara lain melalui perjalanan, kerja dan belajar hingga 12 bulan.
Prakarsa ini akan memperdalam lebih jauh lagi hubungan persahabatan yang sudah substansia antara kedua negara melalui pengalaman kebudayaan yang meningkat bagi pemimpin masa depan kita.
Kita tidak hanya memerlukan pertukaran yang lebih besar antara para akademisi kita, namun juga lebih banyak pemuda Australia melakukan kajian Indonesia dan belajar tentang Indonesia.
Program yang didanai oleh Pemerintah Australia untuk kursus-kursus berakreditasi di universitas di Jawa Tengah dan Timur perlahan-lahan menghasilkan sejumlah kecil namun pakar generasi mendatang Australia sebagai spesialis Indonesia.
Hingga kini, jumlahnya masih kurang dari 100 mahasiswa Australia per tahun. Kami menginginkannya untuk bertambah untuk mencakup universitas di Indonesia timur dan lebih banyak bidang kajian.
Kesimpulan
Saya telah berbicara hari aini tidak hanya nilai-nilai bersama, juga tentang contoh-contoh praktis usaha dan prestasi bersama.
Saya berusaha untuk memberi anda perasaan kesempatan yang ada bagi Australia dan Indonesia untuk bekerja sama guna manfaat bersama kita.
Kesempatan-kesempatan tersebut sangat majemuk, termasuk kerja sama dalam keamanan internasional dan masalah lintas-batas; tentang perubahan iklim; tentang memajukan tata pemerintahan yang lebih baik di kawasan kita; dan memperdalam semua hubungan penting antara para pemuda dan guru kita.
Sebagaimana demokrasi Indonesia semakin kukuh, sebagaimana kekuatan ekonomi tercapai melalui reformasi ekonomi, dan sebagaimana suara anda di masalah internasional kawasan menjadi makin kuat, kami melihat kemitraan sejati dengan tetangga dan sahabat. Suatu kemitraan yang terus berkembang ke bidang baru dan membantu mendukung keamanan dan kemakmuran kedua bangsa kita.
Terima kasih.