Kedutaan Besar Australia
Indonesia

Radio Script - Program Pertukaran Muslim Australia-Indonesia

Transkrip program Radio Kookaburra:
Program Pertukaran Muslim Australia-Indonesia

Pengantar: Mubarok, Kedutaan Besar Australia
Pembicara: Dede Syarif, Dosen UIN Bandung; Mujahidah, Dosen STAIN; Hyder Gulam, Islamic Council of Australia; dan Fajar, Mahasiswa Universitas Paramadina

Download file MP3


 

MUBAROK: Para peserta Program Pertukaran Muslim dari Indonesia yang berangkat ke Australia untuk kelompok pertama dan kedua tahun ini sudah kembali. Peserta Muslim dari Australia juga telah berkunjung ke Indonesia, dan kelompok peserta Muslim Indonesia lainnya akan berangkat Juni ini untuk mendapatkan pengalaman hidup di Australia.

Kesan yang diperoleh masing-masing peserta sangat menarik. Nampaknya, hubungan persahabatan di antara mereka sudah terjalin dengan baik.

Salah seorang peserta dari Jawa Barat adalah Dede Syarif. Sebagai pengajar Ilmu Sosial di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati Bandung, Dede sangat terkesan dengan kehidupan sosial di Australia.

DEDE SYARIF: Saya melihat, bagaimana misalnya negara itu begitu bagus sekali mengelola masyarakat begitu ya, sehingga dalam banyak hal tidak overlapping gitu ya, kemudian masyarakat bisa sejahtera dan banyak urusan yang menjadi tugasnya negara juga terlaksana dengan bagus.

Saya kira itu yang sangat inspiring, sangat memberi inspirasi, bagaimana penguatan government itu, penguatan pemerintah, yang saya kira tidak mustahil juga untuk dilaksanakan di Indonesia.

MUBAROK: Kesan lain juga disampaikan Mujahidah, peserta kelompok pertama dari Samarinda. Muja adalah dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Samarinda dan Sekretaris Umum Fatayat Nahdhatul Ulama Wilayah Kaltim.

MUJAHIDAH: Saya terinspirasi bagaimana perjuangan-perjuangan di hampir semua institusi Muslim yang kami kunjungi, itu kan perjuangan mereka sangat kuat sekali memperkenalkan Islam yang sebenarnya itu seperti apa, perdamaian di Islam itu seperti apa.

Jadi dalam keminoritasan mereka itu justru memang memacu mereka untuk betul-betul mau memperhatikan kualitas, mau memperhatikan ya inilah Islam gitu.

MUBAROK: Apakah berhasil mempromosikan Samarinda?

MUJAHIDAH: Oh, lumayan, saya banyak bercerita. Pertanyaan mungkin yang sering saya dapatkan, bagaimana perbedaan-perbedaan suku itu, kemudian ciri ke-Islamannya sendiri Kalimantan, Samarinda itu seperti apa?

MUBAROK: Sementara itu, kelompok Muslim Australia juga mempunyai kesan khusus tentang Indonesia. Hyder Gulam dari Islamic Council of Australia sangat terkesan dengan Indonesia.

HYDER GULAM: I think what I see so far ….

TERJEMAHAN: Saya rasa yang saya lihat sejauh ini, inilah senyuman wajah Islam di dunia. Inilah Islam yang harus dilihat banyak Muslim karena sangat inklusif, sangat akomodatif terhadap norma budaya yang berbeda dalam kehidupan.

Dari perspektif saya sebagai bagian dari Dewan Islam Victoria, saya ingin melihat bagaimana organisasi seperti Nahdathul Ulama dan Muhammadiyah memperoleh dukungan masyarakat akar rumput dan membentuk organisasi yang sangat bagus untuk mendidik Muslim di tengah masyarakat demokratis yang sekuler.

Itulah yang ingin saya pelajari.

MUBAROK: Saat berkunjunga ke Universitas Paramadina Jakarta, para peserta Muslim Australia ini mengadakan diskusi dengan rektor dan sejumlah mahasiswa.

Fajar adalah salah seorang mahasiswa Paramadina yang hadir pada diskusi itu. Mahasiswa hubungan internasional semester dua ini bertanya bagaimana Muslim Australia melaksanakan sholat sementara di sana tidak mudah menemukan mesjid maupun mushala di tempat-tempat umum.

FAJAR: Yang saya tanyakan kepada mereka, bagaimana mereka dengan itu dan jawab mereka, mereka bisa shalat di mana saja. Mereka bawa tempat, mereka bisa shalat di lapangan, di manapun, bahkan di fitting room sekalipun.

Jadi menurut saya sangat, apa ya, mengejutkan, tapi jadi sangat menarik gitu lho, seperti itu.

MUBAROK: Banyak pengalaman menarik lainnya yang diperoleh masyarakat Muslim kedua negara, yang sangat berguna untuk meningkatkan saling pemahaman kedua bangsa secara lebih luas.

Program Pertukaran Tokoh Muda Muslim Australia-Indonesia dimulai sejak 2002 dan didanai oleh Lembaga Australia-Indonesia (AII). Hingga 2009 ini sebanyak 75 Muslim Indonesia dan 22 Muslim Australia telah ikut serta dalam program pertukaran ini.

[Kookaburra tune]

Terima kasih kepada anda yang telah menjawab quiz SMS periode Mei 2009. Jawaban yang benar adalah Canberra, C-A-N-B-E-R-R-A, dan pemenangnya adalah Ririn Sugiamik dari Jawa Timur, Khairunnisa (Medan), Rahmatia (Padang) M Daennuri (Tuban) dan Tobok Panggabean dari Sumatera Utara.

Pertanyaan quiz untuk periode Juni 2009 adalah sebagai berikut: Siapakah nama Perdana Menteri Australia sekarang?

Jawaban dikirim melalui SMS ke 08 111 492 452 dengan format: Jawaban, Nama, Usia, Pekerjaan dan Alamat anda.

Jawaban ditunggu hingga 26 Juni 2009 dan akan diundi. Pemenang akan mendapatkan bingkisan dari Kedutaan Besar Australia.

Mei 2009