Kedutaan Besar Australia
Indonesia

Script Radio - Beasiswa Pembangunan Australia 2010

Transkrip program Radio Kookaburra:
Beasiswa Pembangunan Australia 2010

Pengantar: Mubarok, Kedutaan Besar Australia
Pembicara: Sri Wahyuni, Alumni ADS 2007; Reza Irwansyah, Manajer Program Beasiswa AusAID; Dr Tanda Panjaitan, Peneliti Senior BPPT di NTB

Download file MP3

 


 

MUBAROK: Anda yang ingin turut membangun masa depan Indonesia diundang untuk mengajukan Beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) 2010, mulai sekarang hingga 4 September 2009, untuk meraih gelar Master atau Doktor di universitas di Australia.

Pemerintah Australia menyediakan 300 beasiswa ADS setiap tahun, dua-pertiga diantaranya untuk pegawai negeri sipil dan sepertiga lainnya untuk kalangan terbuka.

Sri Wahyuni adalah alumni ADS kelahiran Bogor, Jawa Barat, dari kalangan terbuka. Sri mendapat kesempatan melanjutkan S-2 bidang studi Kajian Pertanian atau Master of Agricultural Studies di Universitas Queensland, Australia. Saat ini ia bekerja sebagai Manajer Produk Bioscience di perusahaan multinasional di Jakarta.

Bagaimana pengalaman Sri menuntut ilmu di Australia?

SRI WAHYUNI: Pengalaman kuliah ya. Di sana menyenangkan dan cukup menantang. Menyenangkan karena kita bisa bertemu banyak orang, bener-bener multicultural banget dan menantang karena sistem pendidikannya itu beda banget.

MUBAROK: Menurut Reza Irwansyah, Manajer Program Beasiswa AusAID, Beasiswa ADS menyediakan program S-2 dan S-3 dengan komposisi sembilan puluh persen S-2, sepuluh persen S-3.

REZA IRWANSYAH: Diberikan kesempatan yang sama antara wanita dan laki-laki dan sampai dengan tigapuluh persen beasiswa dialokasikan kepada target-target provinsi yang difokuskan oleh Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia.

MUBAROK: Menurut Sri Wahyuni yang suka dipanggil Chie itu, untuk mendapatkan beasiswa ADS anda membutuhkan tekad yang kuat dan kesungguhan.

SRI WAHYUNI: ADS itu ada yang bilang susah-susah, ada yang bilang gampang juga. Yang penting kita bener-bener pengen aja. Maksudnya jurusan yang kita tuju itu juga masuk akal dan kita juga masuk ke sananya dengan alasan yang tepat.

MUBAROK: Sebelumnya kuliah di mana?

SRI WAHYUNI: di IPB

MUBAROK: Jadi pas banget dengan Agricultural Studies?

SRI WAHYUNI: Ya.

MUBAROK: Apakah sebelum memperoleh beasiswa ini Chie sudah bekerja?

SRI WAHYUNI: Sudah, di perusahaan yang ini juga. Jadi saya resign [mengundurkan diri] karena waktu itu kan perusahaan saya kan swasta ya dan dia nggak akan bayar gaji saya selama saya di sana kan. Jadi saya resign dulu, tapi setelah lulus juga mereka mau rehire [memperkerjakan kembali].

MUBAROK: Selain beasiswa ADS, tahun ini juga ditawarkan beasiswa John Allwright Fellowship Award (JAF) 2010 kepada para peneliti di sembilan belas negara, termasuk Indonesia, yang terlibat dalam proyek kerja sama penelitian dengan Pusat Penelitian Pertanian Internasional Australia atau Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR), untuk memperoleh kualifikasi pasca sarjana S-2 dan S-3 dari lembaga pendidikan di Australia.

Beasiswa JAF sangat kompetitif karena hanya 5 hingga 10 beasiswa yang disediakan untuk seluruh kawasan.

Dr Tanda Panjaitan adalah peneliti senior di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di Nusa Tenggara Barat yang juga alumni beasiswa JAF. Dr Panjaitan dianugerahi beasiswa ini pada tahun 2004 dan berhasil mendapat gelar Doktor dari Universitas Queensland pada 2008.

DR TANDA PANJAITAN: Waktu itu penelitian saya punya relasi dengan masalah-masalah ternak sapi di Lombok dan di Sumbawa.

Jadi kasus yang pertama itu adalah rumput yang produksinya cepat tetapi kualitasnya cepat turun sehingga tidak lagi cukup untuk mendukung pertumbuhan ternak. Kasus ini ternyata mirip dengan kasus yang sama di Northern Queensland begitu.

Jadi kita mencoba mencari bagaimana strategi menggunakan rumput dengan kualitas rendah secara efisien agar dia bisa digunakan dan bisa mencukupi kebutuhan ternak, kira-kira begitu idenya.

MUBAROK: Dr Panjaitan berhasil menemukan cara untuk mengatasi masalah penurunan bobot ternak sapi yang terjadi selama musim kemarau. Ia mengatakan penelitian yang dilakukannya di Australia sangat bermanfaat.

DR TANDA PANJAITAN: Untuk yang kasus saya memang sangat berhubungan dengan kebutuhan saya. Artinya, apa yang saya lakukan selama ini di NTT dan NTB, apa yang saya pelajari ketika saya melakukan PhD, bisa saya pakai untuk berkontribusi terhadap industri peternakan di NTB.

MUBAROK: Australia adalah tetangga dekat dan mitra dalam pembangunan ekonomi, sosial dan masyarakat di Indonesia termasuk melalui beasiswa.

Beasiswa John Allwright Fellowship Award 2010 dibuka hingga 31 Juli 2009. Informasinya tersedia di situs internet www.aciar.gov.au.

Informasi mengenai beasiswa ADS tersedia di www.adsindonesia.or.id. Kesempatan untuk mengajukan beasiswa ADS 2010 terbuka hingga 4 September 2009.

[Kookaburra tune]

Terima kasih kepada anda yang telah menjawab quiz SMS periode Juni 2009. Pemenang akan diumumkan pada bulan mendatang.

Pertanyaan quiz untuk periode Juli 2009 adalah sebagai berikut: Berapa kira-kira jumlah penduduk Australia saat ini? Apakah A 22 juta atau B 220 juta jiwa?

Jawaban dikirim melalui SMS ke 08 111 492 452 dengan format: Jawaban, Nama, Usia, Pekerjaan dan Alamat anda.

Jawaban ditunggu hingga 31 Juli 2009 dan akan diundi. Pemenang akan mendapatkan bingkisan dari Kedutaan Besar Australia.

Juni 2009