Kedutaan Besar Australia
Indonesia

Script Radio - Kerja Sama Perpustakaan Nasional Australia dan Indonesia

Transkrip program Radio Kookaburra:
Kerja Sama Perpustakaan Nasional Australia dan Indonesia

Pengantar: Mubarok, Kedutaan Besar Australia
Pembicara: Dady P Rachmananta, Direktur Perpustakaan Nasional RI; Tieke Atikah, Manajer Kantor Perwakilan Kawasan Asia, Perpustakaan Nasional Australia di Jakarta

Download file MP3


MUBAROK: Persahabatan erat antara Indonesia dan Australia terjalin dalam banyak bidang termasuk perpustakaan.

Perpustakaan Nasional Australia atau NLA adalah perpustakaan referensi terbesar Australia yang memiliki peran penting dalam mengumpulkan, memelihara dan menyediakan akses kepada sumber-sumber dokumentasi penting tentang Australia dan rakyatnya.

NLA mulai mengembangkan koleksi Indonesia sejak tahun 1950. Pada tahun 1971, Perpustakaan Nasional Australia ini mendirikan kantor perwakilan di Jakarta yang beroperasi sebagai kantor pengadaan publikasi mengenai Indonesia sekaligus merintis upaya kerja sama secara informal dengan perpustakaan yang ada di Indonesia.

Manajer Kantor Perwakilan NLA di Jakarta, Tieke Atikah, mengatakan Perpustakaan Nasional Australia memiliki peran penting dalam mendukung hubungan persahabatan yang erat antara masyarakat kedua negara.

TIEKE ATIKAH: NLA berperan penting dalam memfasilitasi kebutuhan informasi mengenai Indonesia yang sangat beragam, misalnya tentang situasi politik terkini, pemerintahan, ekonomi, kebudayaan, sejarah, maupun hukum di Indonesia.

Nah, koleksi tentang Indonesia yang dimiliki oleh NLA merupakan koleksi berbahasa Indonesia terbesar di Australia dan bahkan menjadi salah satu koleksi terbesar di dunia.

Koleksi tersebut terdiri lebih dari 200 ribu judul buku, 5 ribu terbitan berkala, 250 judul surat kabar serta ribuan mikrofilm dan mikrofis, dan juga peta. Koleksi tersebut sudah sepenuhnya dikatalog yang dengan mudah dapat diakses melalui internet.

MUBAROK: Pada tahun 2002, Perpustakaan Nasional Australia dan Perpustakaan Nasional RI menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperkukuh kerja sama yang sebelumnya telah terbangun secara informal. Nota Kesepahaman ini diperbaharui pada tahun 2008. Tieke Atikah.

TIEKE ATIKAH: Kerja sama antara NLA dan PNRI mulai dirintis sejak tahun 1989 melalui Program Kerja Sama Regional yang didanai oleh NLA. Saat itu Perpustakaan Nasional RI baru resmi berdiri.

Melalui program ini perpustakaan nasional negara-negara berkembang di kawasan Asia-Pacific, termasuk Indonesia, diundang untuk mengajukan dana kegiatan.

Nah, mulai tahun 1989, sejumlah staf PNRI mengikuti program studi lanjutan, seperti S-2, di beberapa universitas di Australia dan juga studi banding bidang Perpustakaan dan Informasi jangka pendek di Australia, dilanjutkan dengan magang di NLA di Canberra.

Luasnya aspek kerja sama antara perpustakaan nasional kedua negara, misalnya pertukaran pustakawan, pengiriman pustakawan Indonesia untuk belajar di universitas di Australia, berimplikasi pada berkembangnya hubungan langsung antar masyarakat, yang sangat penting untuk mempererat hubungan bilateral antara kedua negara.

MUBAROK: Pada Mei lalu, sebanyak delapan pejabat senior Perpustakaan Nasional RI berkunjung ke Australia, dipimpin oleh Direktur PNRI, Dady P Rachmananta.

DADY P RACHMANANTA: Itu sebetulnya merupakan kunjungan yang tertunda yang kita sudah rencanakan sejak bulan Februari.

Itu dalam rangka memenuhi MOU [Nota Kesepahaman] kita, karena di situ ada yang namanya staff exchange. Jadi kita pertukaran tenaga untuk menimba ilmu di masing-masing perpustakaan.

MUBAROK: Apa saja kegiatan yang dilakukan selama di sana Pak?

DADY P RACHMANANTA: Yang pasti itu kunjungan ke National Library of Australia di Canberra. Ya, di situ kita diskusi dengan para pejabat yang di sana tentang berbagai hal. Tapi sebetulnya group kemarin itu merupakan group kedua.

Group yang pertama itu berangkatnya November 2008. Itu lebih banyak orangnya sekitar 17 orang gitu waktu itu. Tapi yang waktu November dulu itu lebih kepada hal teknis perpustakaan. Jadi, menyangkut kegiatan sehari-hari yang sifatnya operasional perpustakaan, karena itu yang berangkat kebanyakan itu adalah pelaksana begitu.

MUBAROK: Menurut Pak Dady, kunjungan ke Perpustakaan Nasional Australia adalah kesempatan baik untuk membandingkan apa yang sudah dan belum dimiliki perpustakaannya.

DADY P RACHMANANTA: Memang ada yang kita belum punya dan kita ingin, apa, mengadakan itu, seperti contoh yang kita lihat kemarin itu, yaitu ada semacam kegiatan yang namanya oral history. Itu di tempat kita belum ada seperti itu.

Kita ingin agar supaya kita suatu waktu nanti bisa membuat kegiatan di mana kita mewawancarai orang yang sebagai pelaku utama sejarahnya gitu, lho.

MUBAROK: Jadi dalam bentuk apa? Suara atau audio visual?

DADY P RACHMANANTA: Suara, voice ya, dan visual juga. Kemudian dalam hal preservasi kita juga ingin, masih ingin menimba ilmu sebenarnya, karena preservasi mereka itu lebih, lebih komplek daripada kita gitu.

Juga untuk IT-nya mereka sudah, sudah beberapa langkah lebih maju dibandingkan dengan di perpustakaan nasional.

MUBAROK: Australia adalah masyarakat yang kaya dengan sejarah dan budaya, dan telah lama menjalin persahabatan yang kukuh dengan Indonesia.

Australia adalah wakil Indonesia pada Komisi Tiga Negara di Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membahas pengakuan resmi PBB terhadap Republik Indonesia pada tahun 1949.

Perpustakaan Nasional Australia memiliki peran penting dalam mendukung masyarakat Australia untuk lebih mengenal tetangganya, Indonesia, termasuk bagi para peneliti dan mahasiswa yang berminat untuk mempelajari Indonesia secara lebih mendalam.

[Kookaburra tune]

Terima kasih kepada anda yang telah menjawab quiz SMS tentang nama Perdana Menteri Australia sekarang. Jawaban yang benar adalah Kevin Rudd, K-E-V-I-N R-U-D-D, dan pemenangnya adalah: EKO di Kediri, ANTONIUS KELANIT Merauke, ISWAHYUDI Tuban, REFI RANTO ROZAK Bojonegoro, dan TRIMELDA MEILIANA di Medan.

Pertanyaan quiz untuk periode Agustus 2009 adalah sebagai berikut: Setiap tanggal berapa Australia Day atau Hari Australia dirayakan?

Jawaban dikirim melalui SMS ke 08 111 492 452 dengan format: Jawaban, Nama, Usia, Pekerjaan dan Alamat anda.

Jawaban ditunggu hingga 31 Agustus 2009 dan akan diundi. Pemenang akan mendapatkan bingkisan dari Kedutaan Besar Australia.

Juli 2009