Kedutaan Besar Australia
Indonesia
Alamat: Jalan H.R. Rasuna Said Kav C 15-16, Jakarta Selatan 12940 - Tel: +62 21 2550 5555 - Fax: +62 21 2550 5467

Transkrip program Radio Kookaburra:
Festival Kebudayaan OzFest 2010

Pengantar: Mubarok, Kedutaan Besar Australia
Pembicara: Rifqi Nadjib Bayasut, Rapper Jalan Surabaya; Gideon Obarzanek, Direktur Artistik Chunky Move; The Brothahood; Saykoji

Download file MP3


MUBAROK: Selama sebulan penuh, Kedutaan Besar Australia menyelenggarakan festival kebudayaan OzFest 2010. Sejumlah seniman Australia hadir di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Bali, untuk menjalin persahabatan, bertukar pengetahuan dan berkolaborasi dengan para seniman Indonesia.

[Ozi Batla]

Ozi Batla adalah salah satu seniman hip hop ternama Australia. Bersama para seniman Australia lainnya termasuk Urthboy, Elgusto dan Luke Dubs hadir di Yogyakarta dan Jakarta dalam acara ‘Ilmu Festival’ yang merupakan kegiatan pembuka OzFest 2010.

Seniman hip hop Indonesia yang ambil bagian dalam Ilmu Festival itu antara lain Nova Ruth, Jogja Hip Hop Foundation, Indobeatbox dan kelompok Jalan Surabaya. Rifqi Nadjib Bayasut adalah rapper kelompok Jalan Surabaya.

RIFQI NADJIB: Itu sangat keren sekali. Namanya Ilmu Festival karena di luar panggung-panggung seperti ini kita bisa bertemu dengan teman-teman Australia untuk membagi ilmu.

MUBAROK: Selain Ilmu Festival, OzFest 2010 juga menghadirkan kesenian boneka Australia ‘Turtle and The Trade Winds’ di Surabaya yang bercerita tentang masyarakat Penduduka Asli Australia di daerah pesisir yang terhubung oleh budaya dengan para pelaut dari Indonesia.

Sejumlah sastrawan Australia ikut serta dalam Ubud Writers and Readers Festival dan kelompok musik kuintet kontemporer ‘Topology’ serta kelompok tari kontemporer ‘Chunky Move’ juga manggung pada Festival Salihara di Jakarta.

Sebagai salah satu kelompok tari Australia yang paling menarik, Chunky Move telah meraih penghargaan Best Dance Work di Australia pada 2008 untuk karya tari bernama Glow yang juga ditampilkan di Jakarta.

Direktur artistik Chunky Move, Gideon Obarzanek, mengatakan Glow adalah hasil kolaborasinya dengan disainer video interaktif yang dimulai sejak 2006.

GIDEON OBARZANEK: What is special about this piece is that the video projections ....

TERJEMAHAN: Yang khusus dari karya ini adalah bahwa proyeksi gambar video sebenarnya dihasilkan oleh gerakan si penari. Informasi tentang gerakan si penari itulah yang menghasilkan video dan hasil tersebut dipancarkan kembali kepada si penari.

MUBAROK: Pagelaran ‘Hip Hop is Harmony in Diversity Tour’ diselenggarakan di Jakarta sebagai kegiatan penutup OzFest 2010. Pagelaran ini menampilkan, antara lain, penyanyi hip hop dari kalangan Muslim Australia termasuk Omar Musa dan kelompok The Brothahood.

[Light Upon Light]

‘Light Upon Light’ adalah salah satu lagu The Brothahood. Kelompok ini mencoba untuk membangun jembatan antara Muslim dan non-Muslim melalui hip hop. Mereka juga berharap untuk dapat menjembatani hubungan masyarakat Indonesia dan Australia.

THE BROTHAHOOD: We do talk a lot about Islam because it is very deep in our hearts....

TERJEMAHAN: Kami banyak berbicara tentang Islam karena Islam sangat mendalam di hati kami. Kami mencoba melakukan yang terbaik untuk menyampaikan pesan-pesan Islam. Tetapi kami bukan cendekiawan, kami hanya berbicara apa yang kami ketahui.

MUBAROK: The Brothahood sangat berhati-hati dalam membawakan lirik-lirik yang bernada Islam. Mereka bahkan telah mengadakan konsultasi dengan beberapa ulama besar dari dunia Arab.

THE BROTHAHOOD: When it comes to actually reciting something like bismillahirrahmaanirrohim ....

TERJEMAHAN: Ketika kami mengucapkan sesuatu seperti bismillahirrahmaanirrohim, ya nabi assalamualaik, warahmatullahil alamiin, kami tidak memakai ritme. Jadi kami tidak menggunakan ayat Al-Quran sebagai rap.

MUBAROK: Menurut rapper terkenal Indonesia yang juga tampil pada pagelaran ‘Hip Hop is Harmony in Diversity Tour’, Saykoji, rap pada dasarnya story telling. Apa saja yang mau diceritakan, bisa diceritakan.

SAYKOJI: Nggak masalah sih. Kalau memang mereka mau menceritakan soal iman, apa faith mereka, itu juga sesuatu hal yang bagus karena dengan cara itu orang juga bisa terbuka. Mungkin orang-orang yang biasanya nggak terlalu mementingkan soal spiritual, hal-hal rohani, bisa juga dijangkau. Jadi tetap sesuatu yang bisa dinikmati juga.

MUBAROK: Pagelaran ‘Hip Hop is Harmony in Diversity Tour’ juga dihadiri oleh DJ dari kelompok hip hop yang berasal dari kalangan Penduduk Asli Australia, The Last Kinection. OzFest 2010 berlangsung sejak 17 September hingga 17 Oktober.

[Kookaburra tune]

Terima kasih kepada anda yang telah menjawab quiz SMS periode lalu tentang nama kota di Australia yang menjadi tempat penyelenggaraan Olimpiade 2000. Jawaban yang benar adalah Sydney, dan pemenangnya adalah: EVI dari Kediri, SUPRIYANTO dari Purwodadi dan NESTY dari Cilacap.

Pertanyaan quiz untuk periode ini adalah sebagai berikut: Didgeridoo adalah alat musik khas Penduduk Asli Australia. Apakah alat musik tersebut termasuk jenis alat musik tiup ataukah perkusi?

Jawaban dikirim melalui SMS ke 08 111 492 452 dengan format: Jawaban, Nama, Usia, Stasiun Radio, Pekerjaan dan Alamat anda. Jangan lupa mencantumkan alamat lengkap anda.

Jawaban ditunggu hingga 28 November 2010 dan akan diundi. Pemenang akan mendapatkan bingkisan dari Kedutaan Besar Australia.

Oktober 2010
RS101053